Cerita Kecamatan Nanggung

Cerita Kecamatan Nanggung

Sejarah Nanggung

 
Hai Sahabat Eksperiensial, apa kabar hari ini? Semoga baik dan semakin baik ya. Pagi ini saya ingin bercerita, cerita kali ini cukup menyejarah. Jadi ceritanya, hari ini saya jalan-jalan ke desa malasari, sebuah desa tersembunyi di balik bukit-bukit dan gunung-gunung nan indah, dataran tinggi membuat desa ini berpotensi sebagai desa yang unik. pesawahan yang berundak, air terjun, serta hamparan perkebunan teh yang luas membuat desa ini layak disebut sebagai desa wisata alam.
 
karena posisi desa ini berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, keaneka ragaman hayati berada di sini, desa ini berada di ketinggian yang cukup membuat anda betah berlibur di sini.
 
—-
Kamu tahu tidak? Bahwa Kantor Bupati pertama kabupaten Bogor ternyata ada di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Saat ini situs kantor bupati pertama ini menjadi situs sejarah yang banyak dikunjungi baik oleh wisatawan lokal maupun asing, tentunya yang ingin memahami tentang sejarah.
 
Sebagai bagian dari kawasan pasundan, Kecamatan Nanggung memiliki adat istiadat serta bahasa yang asli sunda. peninggalan sejarah yang berada di desa batu tulis (situs jambu) adalah salah satu bukti peninggalan kerajaan padjajaran kuno, dan goa lalai di desa kalongliud memberikan kekuatan fakta adanya peninggalan sejarah yang lebih mendalam yang banyak orang tidak mengetahuinya.
 
sejarah di kecamatan Nanggung belum selesai terkuak, masih banyak yang tersembunyi layaknya kabut halimun yang menyembunyikan indahnya nirmala. 
 
insyaAllah saya akan terus berekspedisi untuk mencari fakta-fakta sejarah yang otentik dari kecamatan nanggung dan bogor barat yang menyimpan banyak keindahan dan kekayaan baik flora dan fauna serta mineralnya.
Sekilas Tentang Jawa Barat

Sekilas Tentang Jawa Barat

sekilas

Tentang Jawa Barat

Lambang Jawa Barat secara keseluruhan adalah sebuah perisai berbentuk bulat telur dengan hiasan pita di bagian bawahnya yang berisikan motto Jawa Barat. Bentuk bulat telur pada lambang Jawa Barat berasal dari bentuk perisai sebagai penjagaan diri.

MAKNA WARNA  Warna hijau artinya melambangkan kesuburan dan kemakmuran tanah Jawa Barat.  Kuning artinya melambangkan keagungan, kemuliaan dan kekayaan.  Hitam artinya melambangkan keteguhan dan keabadian.  Biru artinya melambangkan ketentraman atau kedamaian.  Merah artinya melambangkan keberanian. Putih artinya melambangkan kemurnian, kesucian atau kejujuran.

Abad ke-5
Abad ke-16
Abad ke-17
Abad ke-19
1925
17 Agustus 1945
19 Agustus 1945
27 Agustus 1945
1950
KERAJAAN TARUMANAGARA
Jawa Barat pada abad ke-5 merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara. Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanagara banyak tersebar di Jawa Barat. Ada tujuh prasasti yang ditulis dalam aksara Wengi (yang digunkan dalam masa Palawa India) dan bahasa Sansakerta yang sebagian besar menceritakan para raja Tarumanagara.
KERAJAAN SUNDA/PADJADJARAN
Setelah runtuhnya kerajaan Tarumanagara, kekuasaan di bagian barat Pulau Jawa dari Ujung Kulon sampai Kali Serayu dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda. Salah satu prasasti dari zaman Kerajaan Sunda adalah prasasti Kebon Kopi II yang berasal dari tahun 932. Kerajaan Sunda beribukota di Pakuan Pajajaran (sekarang kota Bogor).
KESULTANAN CIREBON
Pada abad ke-16, Kesultanan Demak tumbuh menjadi saingan ekonomi dan politik Kerajaan Sunda. Pelabuhan Cerbon (kelak menjadi Kota Cirebon) lepas dari Kerajaan Sunda karena pengaruh Kesultanan Demak. Pelabuhan ini kemudian tumbuh menjadi Kesultanan Cirebon yang memisahkan diri dari Kerajaan Sunda. Pelabuhan Banten juga lepas ke tangan Kesultanan Cirebon dan kemudian tumbuh menjadi Kesultanan Banten.
Belanda melalui VOC mulai memasuki Jayakarta.
Kekuasaan VOC - Belanda semakin terasa di wilayah Jabar.
Hindia Belanda membentuk Provinsi Jawa Barat. Pembentukan provinsi itu sebagai pelaksanaan Bestuurshervormingwet tahun 1922, yang membagi Hindia Belanda atas kesatuan-kesatuan daerah provinsi.
Jawa Barat bergabung menjadi bagian dari Republik Indonesia.
HARI JADI PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Jawa Barat menjadi Negara Pasundan yang merupakan salah satu negara bagian dari Republik Indonesia Serikat
Jawa Barat kembali bergabung dengan Republik Indonesia
45.340.800 Jiwa Warga Jawa Barat
Bahasa Sunda Sebagai Bahasa Resmi Jawa Barat

Desa Kalongliud merupakan salah satu Desa di Provinsi Jawa Barat, tepatnya berada di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan Kecamatan Nanggung pernah menjadi pusat pemerintahan (Pemda) Kabupaten Bogor pada masanya, tepatnya di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, sebuah Desa yang berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi, terpisah oleh Hutan Halimun.

Mari Mengenal Kabupaten Bogor

Mari Mengenal Kabupaten Bogor

Sahabat Desa Kalongliud, Mari mengenal Kabupaten Bogor, sebuah daerah yang lokasinya sangat dekat dengan ibukota negara kita tercinta, yakni Jakarta.

Dalam catatan sejarah, Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah yang menjadi pusat kerajaan tertua di Indonesia. Catatan Dinasti Sung di Cina dan prasasti yang ditemukan di Tempuran sungai Ciaruteun dengan sungai Cisadane, memperlihatkan bahwa setidaknya pada paruh awal abad ke 5 M di wilayah ini telah ada sebuah bentuk pemerintahan.

Sejarah lama Dinasti Sung mencatat tahun 430, 433, 434, 437, dan 452 Kerajaan Holotan mengirimkan utusannya ke Cina. Sejarawan kita Prof. Dr Slamet Muljana dalam bukunya Dari Holotan ke Jayakarta menyimpulkan Holotan adalah transliterasi Cina dari kata Aruteun, dan kerajaan Aruteun adalah salah satu kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa. Prasasti Ciaruteun merupakan bukti sejarah perpindahan kekuasaan dari kerajaan Aruteun ke kerajaan Tarumanagara dibawah Raja Purnawarman, sekitar separuh akhir sabad ke-5.

Prasasti-prasasti lainnya yang merupakan peninggalan Purnawarman adalah prasasti Kebon Kopi di Kecamatan Cibungbulang, Prasasti Jambu di Bukit Koleangkak (Pasir Gintung, Kecamatan Nanggung), dan prasasti Lebak (di tengah sungai Cidanghiyang, Propinsi Banten).

Pada abad ke 6 dan ke 7 Kerajaan Tarumanagara merupakan penguasa tunggal  di wilayah Jawa Barat. Setelah Tarumanagara berakhir, pada abad-abad selanjutnya kerajaan terkenal yang pernah muncul di Tanah Pasundan (Jawa Barat) adalah Sunda, Pajajaran, Galuh, dan Kawali. Semuanya tak terlepas dari keberadaan wilayah Bogor dan sekitarnya

Sejarah mencatat berdirinya Kabupaten Bogor, ditetapkan tanggal 3 Juni yang diilhami dari tanggal pelantikan Raja Pajajaran yang terkenal yaitu Sri Baduga Maharaja yang dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 1482 selama sembilan hari yang disebut dengan upacara “Kedabhakti”.

Nama Bogor menurut berbagai pendapat   bahwa kata Bogor berasal dari kata “Buitenzorg” yang pernah digunakan oleh penjajah belanda untuk daerah bogor sekarang.

Pendapat lain berasal dari kata “Bahai” yang berarti Sapi, yang kebetulan ada patung sapi di Kebun Raya Bogor. Sedangkan pendapat ketiga menyebutkan Bogor berasal dari kata “Bokor” yang berarti tunggul pohon enau (kawung).

Dalam versi lain menyebutkan nama Bogor telah tampil dalam sebuah dokumen tanggal 7 April 1952, tertulis “Hoofd Van de Negorij Bogor” yang berarti kurang lebih Kepala Kampung Bogor, yang menurut informasi kemudian bahwa Kampung Bogor itu terletak di dalam lokasi Kebun Raya Bogor yang mulai dibangun pada tahun 1817.

Asal mula adanya masyarakat Kabupaten Bogor, cikal bakalnya adalah dari penggabungan sembilan Kelompok Pemukiman oleh Gubernur Jendral Baron Van Inhof pada tahun 1745, sehingga menjadi kesatuan masyarakat yang berkembang menjadi besar di waktu kemudian. Kesatuan masyarakat itulah yang menjadi inti masyarakat Kabupaten Bogor.

Pusat Pemerintahan Bogor semula masih berada di wilayah Kota Bogor yaitu tepatnya di Panaragan, kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1982, Ibu Kota Kabupaten Bogor dipindahkan dan ditetapkan di Cibinong. Sejak tahun 1990 pusat kegiatan pemerintahan menempati Kantor Pemerintahan di Cibinong.

Profil Kabupaten Bogor

Kabupaten Bogor

Alamat :
Jl. Raya Tegar Beriman, Cibinong – Jawa Barat

Telepon
(0251) 8754733

Website
http://www.bogorkab.go.id

email
admin@bogorkab.go.id 

Letak Geografis
Koordinat       : 6º18′ 6º47’10 LS dan 106º23’45- 107º 13’30 BT

Luas Wilayah : 298.838.304 Ha

Batas Administrasi :

    Utara : Kab. Tangerang Kab / Kota Bekasi, Kota  Depok
    Timur : Kab. Cianjur dan Kab. Karawang
    Selatan : Kab. Sukabumi dan Cianjur
    Barat : Kab. Lebak ( Prov. Banten)
    Tengah : Kota Bogor